Minggu, 18 Oktober 2015

Cara Cerdik Mensiasati Latihan Fisik Karate dalam Aktivitas Pekerjaan Sehari-hari

Cara Cerdik Mensiasati Latihan Fisik Karate dalam Aktivitas Pekerjaan Sehari-hari


Teknik menyusupi Aktivitas Kesibukan Sehari-hari  dengan latihan Fisik Karate

Latihan atau olahraga  fisik merupakan bagian penting dari berlatih seni beladiri Karate. Karena Olah raga Fisik yang sifatnya meningkatkan kekuatan otot kita, daya tahan tubuh kita, kelincahan, dan kecepatan tubuh  sangat diperlukan untuk menunjang,  mendukung dan melengkapi  keterampilan seni beladiri kita khususnya Karate. Latihan Kihon(teknik gerakan dasar) dan jurus (Kata) tanpa disertai dengan kekuatan fisik yang bagus dan memadai, tentu pelaksanaannya akan tumpul dilapangan. Sekarang bagaimana bisa orang yang bagus dibidang teknik dan jurus ternyata harus berhadapan dengan lawan yang kuat atau banyak. Lawan yang kuat atau berjumlah banyak tentunya memerlukan stamina yang kuat/prima  untuk menghadapinya. Jika fisik kita lemah, mungkin 2-3 menit kita masih menang, bagaimana jika 5 sampai 6 menit bertarung tentu kita jadi lemas, nafas kita jadi habis dan tubuh tidak bisa digerakkan, dan ini peluang musuh untuk mengalahkan kita. Selain itu olahraga fisik juga bermamfaat untuk kesehatan kita juga, kita menjadi lebih ceria, tahan penyakit, dan fisik semakin fit dan prima.  Masalahnya tidak semua orang mampu menggabungkan sekaligus antara latihan fisik dengan latihan teknik dan jurus.  Walaupun latihan Teknik/jurus dan olahraga fisik satu paket dalam Karate tetapi dalam pelaksanaannya di lapangan, banyak orang ada yang melakukan latihan jurus saja tanpa disertai dengan latihan fisik ataupun sebaliknya (latihan fisik tanpa disertai oleh latihan jurus).   Alasan mereka tidak menggabungkan kedua latihan tersebut apalagi kalau bukan karena SIBUK alias TIDAK SEMPAT. Kalau Atlit mungkin tidak masalah, dia dapat menggabungkan antara latihan fisik dan teknik/jurus karena memang focus pekerjaan dia memang full disitu.   Lain halnya kalau seorang karyawan/pegawai , wiraswastawan,    yang sebagian besar waktunya habis untuk bekerja di kantor dan dirumah. Waktu yang dia miliki untuk latihan Karate sangat amat sedikit , apalagi untuk latihan fisik rasanya hampir tidak mungkin.    Jadi bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan mensiasati pekerjaan/kesibukan sehari-hari kita dengan cara menyusupinya dengan olahraga atau latihan fisik.  Cara ini sebenarnya  sudah dipakai oleh para ahli beladiri  ratusan tahun yang silam untuk mrningkatkan kemampuan fisiknya.  Tentunya kita pernah melihat film Kung fu Shaolin, dimana para biksunya tengah asyik bekerja memindahkan air  dari sungai ke dapur (biara mereka) dengan menggunakan gentong  yang jarak antara biara dan sungai sangat jauh.  Tentunya aktivitas ini dilakukan selain untuk kebutuhan mereka akan air di Biara dan juga untuk melatih kekuatan otot-otot tangan mereka.  Film tersebut adalah refleksi dari kejadian nyata dimasa lalu tentang kehidupan para biksu Shaolin. 
Biksu Shaolin yang sedang membawa air
  Di Okinawa  pada zaman dahulunya para Karateka juga  berlatih memamfaatkan alat untuk bekerja sambil berlatih fisik seperti  mengangkat kendi  besar yang berisi air yang berfungsi untuk melatih cengkraman jari-jari tangannya agar kuat sambil dia membawa air. Alat lain  seperti sandal yang berat (pemberat kaki) juga banyak dipakai para ahli beladiri Okinawa untuk melatih fisik seperti berjalan jauh dan mendaki anak tangga yang banyak sambil melakukan aktivitas pekerjaan mereka. Nah bagaimana dengan kita di zaman modern ini melakukannya? Olahraga fisik bagi kaum sibuk bisa dengan mendaki anak tangga yang tinggi. Mungkin anda terbiasa ke ruangan kantor anda dengan menggunakan Lift (elevator) tetapi jika anda ingin menggembleng fisik anda tentunya anda memilih menggunakan tangga saja, apalagi menaiki tangga tersebut dengan berlari atau sprint, tentunya akan lebih baik lagi. Di rumah anda  diharuskan berhubungan dengan benda-benda berat, misalnya anda diharuskan  untuk membawa galonan air, kenapa tidak digunakan saja untuk melatih fisik anda? Anda diharuskan un tuk mengasuh balita, kenapa tidak digunakan saja untuk melatih fisik anda? Menggendongnya melalui tangan dan kaki sebenarnya melatih kekuatan otot-otot tubuh juga.
  Mendorong mobil dan lain sebagainya. Ketika anda  sedang mengetik di lap top atau note book  anda, sebenarnya anda dapat melatih kekuatan kuda-kuda anda dengan melakukan kuda-kuda Kibadachi (kuda-kuda rendah sejajar ). Anda melakukan ini tentunya tanpa duduk di kursi, ini dapat melejitkan kemampuan Karate anda.  Tulisan ini tidak menjabarkan seluruh teknik-teknik latihan fisik yang disusupi  dalam  kesibukan sehari-hari secara detail, tapi hanya sekedar memberikan konsep saja dan contoh seadanya. Anda harus banyak berimprovisasi  kira-kira aktivitas kesibukan mana yang bisa bermamfaat untuk melakukan latihan fisik Karate. Anda harus benar-benar jeli dan kreatif dalam menganalisa setiap kesibukan sehari-hari anda agar latihan fisik Karate dapat terus berjalan  setiap hari. Oke sekian tips dari saya, selamat melakukan aktivitas sehari-hari dan selamat berlatih Karate. 

Titik Lemah Tubuh Manusia

Titik Lemah Tubuh Manusia

KYUSHO ( Titik Vital Anatomi Tubuh Manusia )


Dalam mengeksekusi pukulan karate yang efektif, sangat perlu untuk mempelajari dasar-dasar anatomimanusia, fisiologi dan pertolongan pertama.Pengetahuan ini disebut - kyusho. Pengetahuan Kyusho telah lama disimpan sebagai rahasia selama berabad-abad. Ini termasuk: posisi pada titik rentan, dampak penggunaan alat yang tepat dan situasi yang terbaik untuk menerapkan teknik untuk beberapa titik. Jika kita membandingkan teknik karate dengan panah, kyusho adalah sebagai racun pada panah itu. Funakoshi mengatakan bahwa "cepat dan sangat akurat suatu pukulan, yang tidak pernah meleset ke titik vital, adalah inti dari karate yang sebenarnya".


Ada 3 cara untuk melukai poin penting:

1. Strike atau tinju
2. Menusuk atau tekan
3. Ambil atau mencubit

Akibatnya, beberapa kondisi mungkin terjadi: nyeri, syok, gangguan pernapasan, merasa lumpuh sesaat, puntiran hyper, salah urat, patah tulang dan pendarahan dalam.untuk lebih rinci lihat, klik pada gambar dibawah ini :

Jodan -  Poin paling penting dari tubuh manusia terletak pada leher dan kepala. Saya akan menyebutkan beberapa teknik: tusukan mata, menghancurkan hidung, ambil/mencubit tenggorokan, menampar telinga, menarik rambut, tangan pisau ke leher, dorongan jari ke takik urat merih. Anda juga dapat memanipulasi kepala lawan untuk membawanya ke bawah atau untuk mematahkan lehernya.





Chudan - pukulan ke ulu hati, satu pukulan buku jari tangan (shoken) ke tulang dada, rusuk atau ketiak, tinju buku (hiraken) untuk iga longgar, ambil/mencubit testis, smash atau menendang, "cinta-menangani mencubit".













Lengan - serangan ke bisep dapat melumpuhkan lawan
lengan dengan sementara. teknik penguncian Bersama sangat efektif untuk mengendalikan (siku dan jari). Mencubit kulit di atas otot triceps sangat menyakitkan.















Gedan – tendangan sangat sering ditujukan pada kaki lawan (tulang kering, penghancuran lutut -sokuto, paha dalam dan kaki). teknik melempar Kebanyakan dilakukan dengan sapuan kaki atau dengan mengambil/menyambar kaki lawan. paha bagian dalam dapat dicubit ketika melakukan teknik gerakan menghindar ketika melawan penguncian kepala.












Membaca Serangan Lawan dalam Pertarungan

Membaca Serangan Lawan dalam Pertarungan

Untuk dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan dibutukan keterampilan dalam mengantisipasi serangan lawan. Untuk itu selain kecepatan dan kereflekan dari gerakan kita dibutuhkan, juga yang paling penting kita dapat membaca pikiran musuh sebelum gerakan serangannya di lancarkan kepada kita. Jadi sebenarnya yang paling terpenting dalam suatupertarungan adalah kita dapat membaca pikiran lawan kita. Untuk dapat membaca pikiran lawan kita dibutuhkan ketenangan pikiran. Pikiran kita harus setenang mungkin tidak boleh ada perasaan gelisah, cemas, grasah-grusuh, takut dan semacamnya. Dalam bertarung, kita harus mengikuti prinsip Karate yaitu Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan). Dalam Mizu no kokoro (pikiran layaknya air), kita dituntut untuk memiliki pikiran yang tenang setenang air dalam bertarung. Sebab pikiran yang setenang air mampu memantulkan semua benda disekitarnya, termasuk jalan pikiran musuh. Sedangkan dalam Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda2 di sekitar kita, termasuk melihat peluang2 untuk melancarkan serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Kemudian sambil melakukan kedua perinsip tersebut secara bersamaan, perlahan-lahan tabir kelemahan pertahanan lawan mulai terungkap. Dan disaat itu kita melancarkan serangan ke arah lawan. Dalam hal ini saya, selaku penulis akan berbagi pengalaman tentang teknik2 cara membaca serangan lawan. Bertahun tahun saya mencari jawaban tentang bagaimana mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan beladiri. Ternyata baru2 ini saya menemukan jawabannya dan sudah bisa mempraktekannya, dengan kata lain saya sudah bisa menjalankan dan merasakan prinsip Karate Mizu no kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan) adalah benar. Jadi kedua prinsip itu bukan omong kosong, dan saya sudah dapat membuktikannya. Ketika saya melakukan sparing (pertarungan) bersama beberapa rekan, secara tidak sengaja saya berhasil menerapkan kedua prinsip tersebut dan diluar dugaan 
Ternyata beberapa rekan saya pun kalah secara bergantian.
Kemudian saya berpikir apa yang membuat saya menang?, lalu saya menemukan jawaban yaitu mengikuti dua prinsip Karate itu.
Lalu saya bertanya lagi pada diri sendiri, apa yang membuat saya sukses melakukan dua perisip itu?
Lalu kutemukan Jawabannya adalah karena kamu berpikiran tenang saat menghadapi lawan.
Kemudian muncul pertanyaan lagi pada diri saya: kalau begitu apa yang membuat pikiran dan perasaan saya tenang pada saat itu?
Lalu setelah berpikir agak panjang, menggali dan terus menggali ternyata kutemukan jawabannya yaitu karena merupakan akumulasi proses panjang selama kamu latihan, jadi dengan latihan yang teratur, serius menghayati, dan konsisten akan memberikan perasaan yakin pada dirimu sendiri sehingga dengan mudah pikiranmu akan tenang.
Lalu timbul pertanyaan kembali pada saya, apa yang jadi penyebab saya bisa menenangkan pikiran saya dibandingkan dengan dulu padahal dulu dan sekarang sama2 giat berlatih?
Ternyata jawabannya adalah pada teknik2nya. Berikut Tips2 teknik cara membaca serangan lawan dari saya:
  • Perhatikan/ arahkan pandangan kita pada daerah sekitar kepala lawan, terutama daerah sekitar mata lawan. Jangan sekali2 pandangan kita mengarah kepada tangan/kaki lawan ataupun keduanya sebab pandangan yang tertuju selain pada kepala akan mudah dimanipulasi lawan ujung2nya lawanlah yang dapat membaca pikiran kita dan kitapun malah jadi smakin grogi. Dengan mengarahkan pandangan kita ke bagian kepala musuh maka akan proses membaca pikiran lawanpun akan dimulai.
  • Tahap kedua, ketika kita mengarahkan pandangan kearah kepala lawan maka kita selanjutnya diharuskan menenangkan pikiran, jadi secara serentak kita menenangkan pikiran dan mengarahkan pandangan ke sekitar kepala lawan. Pada tahap ini kita sebenarnya sedang mempercepat proses pembacaan pikiran lawan. Makin tenang dirimu makin mudahlah anda membaca pikiran lawan anda. Hal2 yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:
  1. Jangan takut ketika pandangan kita hanya tertuju ke kepala lawan seolah2 kita tidak mengawasi/waspada terhadap anggota tubuh lain yang menjadi alat penyerang seperti tangan dan kaki. Sebab ketika kita memandang kearah kepala lawan disamping pikiran kita tenang juga harus disertai dengan keyakinan bahwa latihan rutin yang selama ini kita jalankan akan memberikan dampak yang significan pada diri kita,terutama meningkatkan gerak reflek kita saat diperlukan pada situasi dan kondisi tertentu. Pikiran kita jangan juga memikirkan gerakan/teknik apa yang harus kita keluarkan melainkan pikiran kita harus dikondisikan tanpa beban, biarlah mengalir seperti air mengikuti gerak-gerik lawan.
  2.  Setelah kita menatap ke arah kepala, menenangkan diri dan yakin jangan lupa untuk menerapkan prinsip Karate yang kedua yaitu Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan). Biarkanlah lawan menyerang sebanyaknya sampai kita tahu dimana letak kelemahannya. Pada umumnya prinsip ini bertujuan menembus benteng pertahanan lawan. Ketika kelemahan lawan sudah diketahui maka buru2 lansung kita balas dengan serangan kita.
  3.  Pada saat kita menatap kearah kepala lawan kita dan kita sudah berhasil membaca pikiran lawan tetapi setelah itu sulit membaca pikiran lawan lagi, maka jangan putus asa. Arahkan pandangan kita terus pada daerah sekitar kepala, terutama pada kedua mata lawan. Biasanya sekali kita bisa melakukannya seterusnya akan bisa.
Pada intinya keberhasilan kita memenangkan suatu pertarungan atau perkelahian di pengaruhi oleh:
  1.  Ketenangan pikiran kita, semakin tenang pikiran kita semakin bisa untuk membaca serangan lawan(jangan lupa untuk terus menatap daerah kepala lawan terutama mata)
  2.  Ketenangan pikiran kita dipengaruhi oleh keyakinan kita, Maka untuk memperkuat keyakinan kita adalah dengan latihan karate yang disiplin dan benar. Juga dapat pula ditambah dengan meditasi dgn mengucapkan kata2 positif.

Cara Melepaskan Tekanan Mental saat Berhadapan dengan Lawan ketika Bertarung

Cara Melepaskan Tekanan Mental saat Berhadapan dengan Lawan ketika Bertarung 




Tekanan Mental saat pertandingan Kumite
Pada saat kita mulai menghadapi lawan pada suatu pertarungan  di jalanan atau di pertandingan Kumite tentu kita dihadapkan pada suatu kondisi mental  yang tidak kita inginkan yang terjadi pada diri kita. Kondisi mental tersebut dapat berupa rasa takut, rasa cemas, grogi, rasa diremehkan, rasa harga diri yang diinjak-injak, sehingga memancing emosi kita  untuk mengeluarkannya secara berlebihan dan membabi buta. Tentunya emosi yang membabi buta tanpa adanya control diri pada akhirnya dapat dipastikan akan merugikan diri  sendiri alias dapat berujung  pada kekalahan kita sendiri. Tidak peduli  seberapa keras dan banyak latihan kita, kondisi mental yang demikian akan membawa anda pada  kekalahan anda sendiri.  Gejala Rasa cemas dan takut itu ditandai dengan jantung yang berdebar-debar (berdetak cepat), pikiran yang tegang bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin. Sebenarnya kondisi mental berupa rasa takut dan cemas itu adalah hal yang sangat wajar dan alami yang pasti dialami oleh seluruh manusia di muka bumi ini.  Tidak ada satu orangpun yang tidak melalui proses ini dalam bertarung.  Tetapi masalahnya disini, adalah  dapatkah kita melewati proses tersebut? Dapatkah kita menguasai keadaan mental/pikiran kita agar jangan larut atau terbawa dalam kondisi tersebut?  Bagaimana cara agar kita dapat mengusai/ mengontrol pikiran kta agar mental kita tidak dapat terpengaruh oleh lawan? Untuk  menjawab pertanyaan ini  ada baiknya pertama-tama kita harus mengerti  dan memahami tentang sebuah aturan/prinsip  yaitu hukum energy positif dan negative.   Tubuh kita dapat memancar energy baik negative maupun positif. Ketika kita memancarkan energy positif, alam sekitar memantulkan/mengembalikan energy positif kita dalam jumlah yang lebih banyak, atau lebih besar lagi kepada kita. Dan jumlah energy negative yang tersisa dalam tubuh kita akan terserap atau tersedot yang lama kelamaan, energy negative kita dalam tubuh menjadi hilang atau habis semua digantikan oleh muatan energy posistif yang banyak/ mendominasi dalam tubuh kita.  Tentunya kondisi dimana seluruh energy positif mendominasi tubuh kita inilah yang kita harapkan terjadi pada diri kita. Sebaliknya jika tubuh kita memancarkan energy negative, alam semesta akan memantukan/mengembalikan energy negative itu lebih besar atau lebih banyak lagi kepada diri kita. Dan Stok/persediaan  energy positive kita dalam tubuh sedikit-demi sedikit namun cepat akan berkurang karena disedot atau diserap oleh alam semesta.  Kondisi inilah  yang sangat kita tidak inginkan karena pastinya kondisi ini dapat merugikan kita
 dalam hal apapun selama kita hidup di dunia ini. 
Tekanan Mental saat bertarung di Jalanan
 Dalam kaitannya dengan konteks menghadapi pertarungan atau pertandingan kumite, aturan/prinsip ini pastinya sangat  berlaku dan tidak terkecuali. Saat kita mulai menghadapi lawan dengan kondisi mental berupa rasa takut dan cemas, berarti kita memancarkan energy negative  yang pastinya akan segera diserap atau disedot oleh lawan tarung kita, yang kemudian  energy negative kita yang diterima dalam tubuh lawan tarung  diubah menjadi energy positive buat lawan tarung  itu sendiri,   lalu energy positif lawan tarung tadi dipancarkan dan diterima oleh kita dalam bentuk energy negative  untuk mengambil atau menyedot semua energy-energi positif yang ada dalam tubuh kita.  Sehingga walaupun kita sudah banyak latihan keras dan sering,  teknik serangan atau pertahanan yang kita keluarkan dalam pertarungan atau kumite menjadi amburadul dan tidak terfokus. Sehingga setiap gerak tubuh kita yang akan kita lakukan untuk menyerang lawan, akan mudah sekali terbaca oleh lawan. Pada tahap yang lebih akut lawan akan berteriak-teriak kegirangan dalam arena dan membuat kita bertekuk lutut dihadapannya dan mengakui bahwa dia (lawan kita) adalah DEWA, karena dia sangat lebih kuat dari kita meskipun kita sudah banyak latihan keras dan sangat rajin.  Padahal sebenarnya  tidak serumit itu, justru kitalah yang kalah mental dari dia, kita tidak dapat 
 menguasai pikiran dan emosi kita. Master Gichin Funakoshi pernah berkata (yang tertuang dalam Nijukun/Filosofi Karatedo) yaitu”pertama-tama kendalikan  dirimu sebelum mengendalikan orang lain.  Artinya untuk bisa mengalahkan lawan kuncinya pertama kali adalah mengendalikan diri kita sendiri yaitu  mencakup perasaan atau emosi kita sendiri agar menjadi “tenang” dalam menghadapi segala situasi buruk, baru anda bisa mengendalikan lawan, dalam hal ini artinya mengalahkannya.  Jadi kuncinya disini adalah pengendalian emosi, perasaan diri sendiri untuk mencapai “KETENANGAN”, karena memang kunci untuk menang dalam pertarungan adalah Ketenangan. Seperti yang sudah penulis bahas sebelumnya dalam blog sebelumnya  tentang Falsafah Karatedo yaitu Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air). Jika kita sudah mencapai ketenangan diri  baik emosi pikiran maupun perasaan bukan tidak mungkin lawan dapat kita kalahkan, ini tinggal masalah waktu saja, bahkan mungkin lebih cepat dari yang kita duga sebelumnya. Karena begitu kita dalam kondisi tenang kita sebenarnya memancarkan energy positif ke alam semesta, lawan tarung kita  juga termasuk isi dari alam semesta yang ikut memberikan energy positifnya kepada  kita atau dalam bahasa kasarnya persediaan energy positif lawan tarung kita diambil  atau dirampok oleh kita (karena kita memancarkan energy positif yang jauh lebih besar dari lawan kita). Sekarang kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan yaitu mengapa lawan selalu melancarkan serangan psikologis berupa serangan mental  terlebih dahulu sebelum menyerang secara fisik kepada kita? Untuk menjawab pertanyaan ini  kita bisa lihat dulu sejarah peperangan yang dialami nenek moyang kita. Kita bisa menganalisis bagaimana cara orang-orang zaman dulu berperang, tentunya disini penulis tidak mungkin menjabarkan secara lebih luas dan detail tentang siapa orang-orang zaman dulu tersebut dan bagaimana cara berperangnya, tapi disini penulis melihat adanya benang merah atau kesamaan strategi berperang yang dilakukan mereka yaitu “selalu melakukan serangan psikologis terhadap mental musuhnya terlebih dahulu sebelum melakukan kontak fisik dengan musuhnya”. Dalam konteks Karate dan beladiri jalanan  serangan yang dilakukan lawan dapat dilakukan:



  1.  Melalui alam  Sadar, yaitu dengan teriakan, eksperisi wajah dan gerakan. Pada Umumnya serangan mental yang dilakukan dengan teriakan adalah dapat berupa bentakan, makian, dan cacian yang dikeluarkan dengan suara dan nada yang sangat keras dan  tinggi seperti auman seokor Singa. Dampak psikologis yang diterima kita sebagai lawannya adalah kita merasa melihat lawan mempunyai kekuatan lebih  dashyat dari kita yang tersembunyi  dibalik teriakannya yang keras.  Kemudian kita juga merasa melihat Lawan beringas dan galak sekali yang terlihat dari muka wajahnya yang ditekuk, matanya yang melotot dan gerakannya yang membingungkan,  sehingga sangat siap untuk membunuh kita karena kita merasa lawan itu yang mengetahui persis kelemahan dari tubuh kita.  Semua hal fisik yang kita tangkap dari lawan tarung kita,  ditafsirkan oleh pikiran kita menjadi seolah-olah lawan tersebut intinya lebih kuat dari kita.  Ada juga tipe lawan yang tidak beringas tetapi boleh dikatakan “berdarah Dingin”. Sehingga dengan kedinginan darahnya, terlihat dia tidak terlihat galak dan beringas, tetapi dia sangat tenang dalam menghadapi kita, bahkan saking tenangnya ia mengajak bercanda, menggodai kita, mengolok-olok kita sehingga terkesan meremehkan kita. Ini terlihat dari raut wajahnya yang kalem, santai dan gembira juga gerak-gerik tubuhnya yang seperti anak kecil ingin bermain.  Tujuan utama dari tipe lawan seperti ini adalah untuk memancing emosi kita. Jika emosi kita  berhasil terpancing maka bukan tidak mungkin semua teknik beladiri yang kita punya akan amburadul tidak terfokus dan mudah terbaca oleh dia. Umumnya tipe lawan yang berdarah dingin seperti ini adalah orang yang punya skill beladiri atau ilmu bertarung yang mumpuni. 
  2.  Melalui alam bawah sadar, yaitu dengan melihat akribut yang dipakai, atau bisa juga dari penampilan fisiknya, atau gossip atau kabar dari orang lain. Jika kita melihat lawan dengan tubuh besar dan tangan berotot seperti Ade Ray tentunya akan lain reaksi kita dibandingkan dengan lawan yang bertubuh kecil dan kurus. Dari segi akribut pakaian, misalkan kita mengalami rasa gugup atau jatuhnya kepercayaan diri begitu menemui lawan yang memakai dogi Karate lengkap dengan Obi (sabuk) Hitam yang warnanya telah berpudar dari pada menghadapi lawan yang memakai sabuk kuning . Contoh lain: kita merasa takut duluan ketika melihat lawan yang memakai baju hitam-hitam, karena terkesan seperti orang yang mempunyai ilmu sihir (black magic) sehingga menciutkan nyali kita.  Sedangkan pengaruh dari gossip atau kabar/ berita dari orang lain contohnya adalah” kabarnya si Anu sudah terkenal mempunyai pukulan yang mematikan, kemarin lawannya pada patah tulang semua akibat pukulannya, tidak ada yang sanggup atau bisa mengalahkannya. Tentunya perasaan anda ketika mendengar kabar atau gossip tersebut akan menjadi lain dibanding ketika anda tidak mendengar berita tersebut

.selain itu;
  1. Cara pertama melakukan Teriakan sebelum bertanding atau ketika bertanding, dalam Karate dikenal dengan istilah “KIAI”. Teriakan yang kita lakukan sebelum bertanding atau bertarung berguna untuk mengurangi ketegangan sehingga perasaan kita menjadi lebih nyaman. Teriakan bisa dibarengi dengan loncat-loncat sembari berkata atau melakukan afirmasi ”aku pasti bisa” berulang-ulang.  Sedangkan teriakan yang dilakukan ketika sedang bertanding selain berguna untuk mengurangi ketegangan kita juga berfungsi untuk menakuti musuh (menyerang mental lawan). 
  2. Cara kedua  melakukan teknik Matching dan Mirroring, yaitu teknik menyamakan diri sindiri dengan gerak-gerik lawan. Menyamakan diri sendiri dengan gerak-gerik lawan berarti menyelaraskan diri dengan alam atau mengharmonisasikan diri dengan alam, alam dalam artian disini termasuk lawan kita. Teknik ini sebenarnya sudah ada di NLP (Neuro Linguistik Program), tetapi karena penulis pikir teknik ini sangat relevan bagi karate dan bisa dipakai dalam semua kondisi, maka penulis memutuskan untuk membahas teknik ini.  Jika lawan melakukan serangan mental psikologis ke anda yang ditandai dengan suara yang keras dan menggelegar, mata yang melotot, otot2 muka yang ditekuk,  gerakan tubuh yang dikejangkan, maka anda sesuai teknik ini  (Matching dan Mirroring)  anda harus melakukan persis dan mirip dengan lawan anda. Tapi “mirip” disini jangan disalah artikan sama persis seperti bayangan musuh anda, tetapi hanya sama selisih beberapa detik saja. Misalkan lawan melakukan gejala –gejala seperti suara yang keras dan menggelegar, mata yang melotot, otot2 muka yang ditekuk,  gerakan tubuh yang dikejangkan untuk menakuti anda, maka yang harus anda lakukan adalah  ikut teriak juga dengan suara yang keras dan menggelegar, mata yang melotot, otot2 muka yang ditekuk, dan gerakan tubuh yang dikejangkan sama seperti lawan anda berbuat terhadap anda. Karena dengan begitu kita dapat menguasai perasaan takut kita, dampak dari teknik ini adalah  kita akan merasa lebih tenang karena:             
  • Semua rasa tegang dan takut dikeluarkan lewat ekspresi suara dan gerak-gerik tubuh yang sama dengan frekuensi lawan. 
  • Lawan merasa heran karena gertakannya tidak mempan dan musuh malah menggertak balik, ini tentu  membuat lawan was-was dan berfikir jangan-jangan ia lebih hebat dari saya. Nah perasaan was-was musuh itulah yang menyebabkan keluarnya energy negative dari musuh. Jika energy negative sudah mulai terpancar dari lawan kita, berarti sedikit-demi sedikit persediaan energy positifnya juga akan berkurang karena tersedot oleh energy positive kita. Disaat energy positif kita mulai menyedot energy positif lawan, hal/gejala yang dirasakan oleh kita adalah perasaan tenang, dan kalau sudah tenang,  pikiran akan lebih terfokus untuk menyerang lawan, teknik-teknikpun akan lebih banyak keluar dengan sangat baik.  Nah, kalau kita sudah dapat tenang atau dapat menyamakan frekuensi dengan lawan kita, sekarang tinggal berfikir bagaimana mengalahkan lawan kita sesegera mungkin. Cara yang lebih tepat adalah dengan melakukan serangan psikologis mental kepada lawan kita dengan frekuensi yang lebih besar dari apa yang lawan kita lakukan kepada kita. Dengan demikian lawan sudah pasti akan semakin lebih takut lagi dengan kita, dan kita akan semakin lebih tenang lagi dan terfokus dalam mengeksekusi teknik-teknik kita. Kita bisa mengidentifikasi lawan sudah sangat takut atau belum dengan dengan melihat teknik-teknik penyerangan dan pertahanan yang dikeluarkannya.  Jika  teknik penyerangan dan pertahanan yang dikeluarkannya dapat sangat mudah terbaca oleh kita, berarti ini sudah menunjukan  gejala ketakutan musuh yang sangat kuat. Lalu bagaimanakah jika kita menghadapi lawan berdarah dingin yang notabene mempunyai skill beladiri yang mumpuni, dapatkah teknik ini dipakai? Jawabannya adalah dapat, tinggal kita menyamakan gerak-gerik dari dia, jika dia meledek, kita juga ikut meledek, jika ia meremehkan kita, kita juga meremehkan dia. Intinya kita melakukan sesuatu yang sama seperti yang ia melakukannya kepada kita, termasuk gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan cara nafas lawan kita. Kemudian setelah kita dapat menguasai keadaan, kita dapat melakukan serangan mental yang lebih dashyat lagi ke lawan kita sembari  mengeksekusi teknik-teknik kita. 
3.    Cara ketiga yang dapat kita lakukan untuk melepaskan diri dari tekanan mental kita dari pengaruh lawan adalah dengan cara mengatur  pernafasan kita . Dengan bernafas dengan cara menghirup udara  lebih halus, panjang dan tidak terputus-putus (sampai perut maupun paru-paru terisi oleh banyak oksigen) lalu menahan nafas beberapa detik kemudian mengeluarkannya dengan halus, panjang, dan tidak terputus-putus sampai udara dalam perut atau dada kita kosong (tidak ada udara lagi).  Bagi umat muslim cara ini dapat dikombinasikan dengan dzikir atau doa, sambil menghirup udara lebih panjang kita melakukan dzikir, saat menahan nafas kita melakukan dzikir, dan saat membuang nafas kita juga berdzikir. Dengan konsentrasi pada teknik bernafas  dan dzikir tersebut perasaan kita akan lebih tenang dan tidak galau. Energi yang kita keluarkanpun tidak kacau atau dengan kata lain pancaran energy kita mempunyai kualitas yang baik, karena yang dipancarkan adalah energy positive. Teknik bernafas ini dapat kita lakukan  sebelum atau ketika sedang dalam keadaan bertanding/ bertarung.  
4.   Cara yang keempat untuk melepaskan diri dari tekanan mental adalah  dengan berdoa dan pasrah kepada Tuhan. Berdoa sudah sebagian telah kita bahas dalam cara ketiga diatas, tetapi disini dibahas lebih detail lagi. Setelah kita sukses menyelesaikan sebuah  tahap latihan yang amat keras dan panjang, tibalah kita ke sebuah  tahap dimana kemampuan kita dijajal/diuji yaitu dalam pertarungan. Jika tahap pertama sudah sukses kita selesaikan berarti syarat untuk melakukan “kepasrahan kepada Tuhan” sudah terpenuhi. Artinya akan sangat bagus sekali hasilnya apabila doa dan kepasrahan kita kepada Tuhan tersebut sudah kita iringi sebelumnya dengan usaha kita yang keras dalam berlatih. Pertanyaannya, Bagaimana cara kita berdoa agar kita mendapatkan ketenangan yang lebih dalam? Jawabannya adalah dengan menghayati arti atau makna kata perkata dari doa tersebut sehingga kita dapat lebih menyatu dengan energy Ilahi (Tuhan), kemudian kita memasrahkan diri kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang akan menentukan hasilnya, Tuhanlah yang tahu apa yang terbaik buat kita. Berdoa/dzikir dan pasrah pada Allah/Tuhan dapat kita lakukan sebelum dan ketika sedang bertanding/bertarung. 
  5.   Cara kelima untuk melepaskan diri dari tekanan mental yang dilakukan lawan melalui alam bawah     sadaradalah  dengan merubah kerangka berfikir atau mindset kita menjadi lebih positif. Misalkan anda merasa grogi jika berhadapan dengan lawan yang mempunyai tubuh berotot besar seperti seorang binaragawan. Anda berfikir”wah jangan-jangan nanti  jika saya melawan dia, saya akan dipites seperti kerupuk, lihat saja otot-ototnya menyeramkan sekali, pasti tenaganya sangat kuat”. Jika itu fikiran yang keluar dari benak anda, berarti anda memancarkan energy negative, sebaiknya buang jauh-jauh fikiran tersebut ganti dengan fikiran yang lebih positif yaitu:”orang yang berotot besar belum tentu jago beladiri,  Kalau orang itu pasti sebagian besar waktu kesehariannya  dihabiskan untuk membentuk otot-ototnya, sedangkan saya waktu kesehariannya lebih banyak untuk melatih beladiri dan kekuatan otot,  pasti orang itu gerakannya kurang cepat dan lincah, pukulannya kurang bertenaga, dan refleknya payah,  Cuma otot dan tenaganya saja yang besar, orang itu Pasti bisa saya kalahkan. Prinsip dari merubah kerangka berfikir adalah seperti sebuah meja, kerangka berfikir yang salah dapat terbentuk dari kaki-kaki meja yang berupa pondasi. Jika diibaratkan kaki-kaki meja itu sebagai alasan negative yang dibentuk untuk mendirikan atau menopang kerangka berfikir yang salah tersebut. Maka cara kerja prinsip ini adalah yaitu dengan mematahkan semua kaki-kaki (alasan negative) dan menggantinya dengan kaki-kaki baru (alasan positif) untuk membangun sebuah kerangka/mindset baru yang lebih positif.

  Sekarang timbul pertanyaan, bagaimana jika pengaruh buruk lawan sudah terlanjur masuk kepada diri saya, sehingga saya sulit untuk menerapkan cara  Matching dan Mirroring. Jawabannya adalah dengan merusak Pola negative kita. Jika mental kita jadi takut, cemas, dan grogi akibat pengaruh lawan maka solusi yang lebih tepat adalah dengan merusak pola kita yang terpengaruh tersebut, contohnya kita jangan terus-terusan sibuk memandang mata lawan tersebut, tetapi sekali-sekali memandang ke arah lain yang menurut kita sangat menarik untuk dilihat, misalnya melihat pohon dan tanaman hijau atau apapun yang indah,  tapi ingat jangan lama2, beberapa detik saja anda melakukannya dengan kewaspadaan yang tinggi, sebab dikhawatirkan lawan akan berhasil memasukkan pukulan ke arah anda. Selain itu anda juga harus melakukan gerakan badan yang ekstrem/ yang bertentangan dengan gerakan badan yang anda alami saat takut, grogi dan cemas menjadi gerakan seperti  orang berjoget atau menari (ingat dalam melakukannya jangan berlebihan hanya sekedarnya saja). 

Melatih Tendangan Karate

Melatih Tendangan Karate

METODE MELATIH KELENTURAN,KEKUATAN TENDANGAN


Dalam pengamatan penulis, melatih tendangan agar menjadi bagus agak lebih sulit dibandingkan dengan melatih pukulan dan tangkisan, beberapa hal yang membedakan adalah kaki memiliki ukuran yang lebih besar dibandingan tangan, sehingga untuk menggerakan memerlukan effort yang lebih besar, apalagi untuk anda yang mempunyai ukuran tubuh besar (gemuk). Faktor kedua adalah untuk melatih tendangan memerlukan latihan pelenturan kaki, khususnya untuk tendangan yang tinggi.Kelenturan ini akan mudah dilatih ketika mulai berlatih dari usia dini, tetapi untuk usia yang dewasa maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melatih kelenturan. Faktor ketiga adalah untuk melakukantendangan memerlukan latihan keseimbangan, karena ketika menendang maka otomatis kaki yang menumpu hanya tinggal satu. Tingkat kesulitan keseimbangan akan semakin bertambah ketika akan melakukantendangan belakang atau memutar, dan khusus untuk tendangan yang melompat maka diperlukan faktor lain yaitu keringanan tubuh.

Ketika belajar tendangan hal pertama yang perlu diperhatikan adalahteknik menendang, konsep menendang bukan seperti ayunan tetapi terdapat hentakan atau dorongan. Letak dorongan tergantung dari jenis tendangannya, misalnya tendangan lurus (maegeri)maka dorongannya dimulai dari mengangkat paha dan dorongan dengan menggunakan lutut, kemudian kaki di luruskan dengan cepat dan keras, dan posisi telapak kaki agak keatas. Lalu tendangan memutar (mawashi ushiro gerie) adalah tendanganmemutar yang efeknya sangat besar pada objek yang menjadi sasaran gerakan ini, badan di putar 60 derajat kebelakang, kepala menoleh ke arah lawan/objek kemudian kaki di putar dan di kenai pada sasaran. Langkah kedua setelah mengetaui tekniknya, maka perlu dilatih dengan perlahan-lahan, karena apabila dipaksakan dengan gerakan keras maka akan terjadi cidera pada otot ataupun pada sendi. Langkah ketiga adalah sering melakukan senam kaki, baik yang berupa penguatan maupun pelenturan. Latihan kekuatan menurut penulis sangat penting, karena apabila anda hanya berlatih menendang tanpa latihan penguatan maka ibarat seperti karet yang selalu ditarik maka lama-lama akan mekar dan cepat putus.

Jenis latihan kekuatan selain yang terdapat dalam senam kaki maka perbanyaklah lari, minimal adalah dengan lari ditempat dengan mengangkat paha, loncat-loncat atau berjalan dengan jarak yang jauh. Di dalam beladiri lain semisal Thifan Po Khan seorang pemula harus terbiasa berjalan sekitar 60 mil, 1 mil sekitar 800 meter, berarti 48 km dan pada tingkat berikutnya akan semakin jauh. Selain lari boleh juga menggunakan pemberat kaki, tetapi khusus untuk pemberat ini harus diperhatikan faktor kesehatan dan nutrisi karena bisa berdapak lumpuh layu. Teknik lainnya adalah dengan memperkuat perut dengan senam-senam perut, karena tendangantidak akan baik apabila perut tidak kuat. Dalam beladiri Thai Boxing atau kick Boxing kecepatan tendangandapat juga dilatih di dalam air. Dan sebagai sarana melihat hasil dari latihan tendangan maka dapat membuat bola-bola yang digantung sebagai target tendangan atau dapat juga menggunakan sandsack seperti yang digunakan dalam latihan pukulan.Dalam hal untuk latihan kelenturan maka selain memperbanyak senam kelenturan seperti split samping, split depan maka dapat juga menggunakan alat bantu berupa karet atau tali yang dipasang di ujung kaki dan ditarik perlahan-lahan. Atau meminta bantuan teman untuk mengangkat kaki tinggi-tinggi bak kedepan, kebelakang maupun kedepan. Pengalaman khusus penulis agar bisa split adalah dengan menggunakan kaos kaki dan berlatih di lantai yang licin, sehingga dengan cukup mudah kaki . Tetapi khusus untuk teknik ini musti hati-hatitertarik untuk split karena belum teruji untuk semua orang (hb)

Belajar Karate sampai Sabuk Hitam



Belajar Karate sampai Sabuk Hitam

Pentingkah Belajar Karate sampai Sabuk Hitam?


Kalau ditanya “sudah sabuk apakah kamu sekarang? atau sekarang sudah sampai tingkat berapa kamu dalam beladiri?” begitulah pertanyaan yang sering mampir ke telinga orang-orang yang sedang belajar ilmu beladiri. Lantas apa jawaban kita? Banyak jawaban yang biasa kita temui di lapangan, biasanya mereka menjawab dengan ragu-ragu sambil berpikir:”emmh sebenarnya sih aku sudahsabuk biru tapi bulan kemarin aku gak ikut ujian” atau pokoknya aku sudah sabuk /tingkat tinggi, rahasialah!”. Umumnya mereka menjawab penuh keragu-raguan atau sambil berpikir karena mereka bingung harus menjawab apa kepada lawan bicara mereka, mereka takut kalau menjawab sudah sabuk tinggi nanti jika lawan bicara melihat kemampuan tehnik mereka rendah/tidak sesuai harapan lawan bicara maka mereka yang belajar ilmu beladiri akan malu tapi jika mereka menjawab kepada lawan bicara “ aku masih sabuk putih atau kuning”maka mereka takut direndahkan oleh lawan bicara mereka karena tingkatan beladirinya yang masih rendah. Tapi terlepas dari itu semua, seorang sensei yang mempunyai tingkat Dan III keatas memberikan pendapat bahwabelajar karate sampai sabuk hitam tidak lah terlalu penting karena jika kamu sudah bisa mengeksekusi pukulan, tangkisan, tendangan dan kuda-kuda yang baik dalam beladiri Karate maka itu sudah merupakan bahan utama untuk beladiri. Itu saja sudah cukup. Tinggal bagaimana kita yang mengembangkannya. Sampai-sampai dia sendiri mengistilahkan lebih baik sabuk rendah tapi teknik tinggi daripada sabuk tinggi tapi teknik pas-pasan. Memang kata-kata sensei tadi sangat benar, ini berkaitan dengan pengalaman pribadi penulis dan teman-teman penulis yang terjadi di lapangan. Di lapangan banyak ditemui rekan-rekan yang sudah sabuktingkat tinggi, yang kalau diuji kemampuan teknik bertarungnya dengan rekannya yang sabuknya masih tingkat rendah maka yang sudah sabuk tingkat tinggi tersebut kalah. Misalkan sabuk Kuning lawan sabuk Biru, sabuk Biru kalah. Sabuk Coklat lawan sabuk Hitam, sabuk Hitam kalah. Dari situ Penulis dapat menganalisis dan menyimpulkan bahwa kekalahan orang yang mempunyai sabuk tinggi adalah terletak pada semangatnya sewaktu latihan. Mereka hanya sekedar mengikuti latihan sekedarnya saja alias semangat mereka sudah melorot dibandingkan sebelum dia mendapatkan sabuk tinggi atau masih tingkatan rendah. Mereka sudah malas-malasan untuk mengejar mutu dari belajar karate mereka, mereka hanya mementingkan identitas/gelarsabuk yang tinggi, bahwa kalau sudah sabuk Hitam maka mereka bakalan dihargai oleh orang-orang. Padahal sebenarnya tidaklah begitu, berikut ini alasan2 mengapa sebagian orang menganggap bahwa mengejar sabuk Hitam tidaklah penting:

• Belajar Karate biar dibilang hebat karena sudah bisa menghapal jurus (KATA) yang sebegitu banyak sampai dianggap bisa menghapal KATA tingkat tinggi
Fakta : Banyak anak kecil Sekarang yg ngapalin Unshu, Suparinpai,
Kururunfa, Gojushiho/ Useishi. Tapi tidak ada hasilnya alias cuma buat
hapalan saja. Bahkan sekarang-sekarang ini saja, banyak anak-anak kecil
yang mempunyai level senior dalam karate padahal secara fisik mereka belum
sanggup. Bahkan waktu gashuku penulis pernah melihat anak kelas 5 SD sudah
sabuk coklat strip 3 Kyu 1 level terakhir ditingkatan siswa. Mereka sudah
bernafsu ngotot pengen ikutan ujian ke sabuk hitam.
• Biar dibilang sudah senior jika sudah memakai sabuk Hitam.
Fakta : kalau mau sabuk hitam tinggal pergi ke toko olahraga beli sabuk hitam
pilih yg corak kuning emas. gampangkan?
• Untuk melamar jadi satpam sepertinya ada gunanya bawa sertifikat sabuk
beladiri.
Fakta : Tapi nggak tau apakah semakin tinggi sabuknya akan semakin tinggi
gaji yang diterimanya.

Menurut pendapat penulis bukan masalah penting atau tidaknya meraih sabuk hitam, tapi kembali lagi apa tujuan kita berlatih Karate. Mungkin sabuk Hitam berguna jika kita ingin menjadi pelatih atau pengurus dari suatu organisasi Karate. Tetapi hendaknya jika kita belajar Karate, kita jangan hanya condong mengejar tingkatan sabuknya saja, tetapi kita harus meningkatkan kualitas dari latihan karate kita. Jika kualitas latihan kita bagus atau penguasaan akan ilmu Karate bagus maka sabuk atau pengakuaan akan datang dengan sendirinya sesuai keilmuan praktisinya, walaupun kita hanya punya sabuk dengan tingkatan rendah. Logikanya seperti ini:" jika kau dijuluki si tukang makan, maka bukan artinya kau ingin dijuluki si tukang makan tetapi karena kau memang doyan sekali makan, jadi saking doyannya secara tidak sadar kau dijuluki si tukang makan.

Bahkan Penulis menemukan fakta di lapangan bahwa ada seseorang yang sudah Dan III  dalam suatu perguruan Karate  yang sudah sembilan tahun sudah tidak berlatih karate sama sekali, dan baru-baru ini ia berkeinginan untuk kembali berlatih Karate lagi. Hal ini menurut Penulis, menyalahi tiga prinsip dari ke20 FilosofiKarate Ginchin Funakoshi yaitu:pertama " mempelajari karate memerlukan waktu seumur hidup dan tak punya batasan", kedua “Karate seperti air yang mendidih, jika kamu tidak memanaskannya secara teratur, ia akan menjadi dingin” dan ketiga “ Masukan Karate dalam keseharianmu, maka kamu akan menemukan Myo (rahasia yang tersembunyi). Berkaitan dengan hal tadi, menurut Penulis walaupun sudah tinggi tingkatannya orang tersebut masih belum mengerti dan memahami apa mamfaat dan filosofi dalam Karate. Seharusnya dengan bekal ilmu Karatenya yang sudah tingkat tinggi ia harus selalu terus mengamalkan karatenya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut penulis sayang sekali kalau sudah Dan III, karatenya justru ditinggalkan, lebih baik sabukrendah tapi ilmu karatenya rutin terus diamalkan sepanjang hidupnya daripada sudah tingkatan tinggi tapi berhenti di tengah jalan alias tidak konsisten. Hal ini dapat dimaklumi karena rendahnya kualitas sekolah beladiri di tanah air yang kebanyakan hanya mengejar tingkatan sabuk, lain halnya dengan di Jepang. Di negara matahari terbit tersebut seseorang yang belum pantas kualitas tekniknya tidak berhak untuk naik tingkat, dan tidak di perbolehkan untuk mencapai sabuk Hitam walaupun dia sudah senior (peserta yang sudah lama belajar di Dojo). Nah! Bagaimanakah dengan Anda, apakah anda hanya ingin sekedar mengejar sabuk Hitam tanpa meningkatkan kualitas teknik anda? Apakah anda termasuk orang yang tidak mementingkan sabuk Hitam dan hanya fukos pada penguasaan teknik2 saja, ataukah kedua-duanya?

Latihan Kecepatan untuk Kumite

Latihan Kecepatan untuk Kumite

 
Membaca suatu artikel tentang beladiri Taekwondo, saya jadi terinspirasi untuk menulis sabagai bahan untuk memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan tentang latihan beladiri khususnya Karate. Barangkali dengan tulisan saya ini akan membantu menambah wawasan para karateka tentang gaya latihan fisik mereka, sehingga tehnik dan kekuatan fisiknya akan lebih baik.
Dalam rangka menyiapkan diri anda untuk pertandingan yang akan berlangsung 8 minggu, hal2 apa saja yang ingin anda lakukan untuk mempersiapkan diri? Apakah anda akan melakukan:
1. Lari jarak pendek 1 - 2 km
2. Lari jarak menengah 3 - 5 km
3. Lari jarak jauh 6 - 10 km
4. Sprint 50 - 100 meter

Sebelum anda mengetahui jawaban mana yang benar ada baiknya anda memahami hal2 yang penting dalam dulu tubuh anda. Tubuh kita terdiri dari dua serat otot yaitu otot merah dan otot putih. Serat otot merah adalah serat otot yang bekerja dengan lambat namun lebih tahan lama atau yang lebih dikenal dengan “sentakan lambat”. Sedangkan serat otot Putih adalah serat otot yang bekerja dengan cepat dan meledak-ledak yang dikenal dengan “sentakan cepat”.
Setiap orang mempunyai komposisi yang berbeda antara otot putih dan otot merah, atau dengan kata lain seseorang mungkin ada yang memiliki serat otot Putih lebih banyak dibandingkan dengan otot merah, tapi yang lainnya ada yang memiliki serat otot putih yang lebih sedikit dibandingkan otot merahnya.
Atlit olympiade yang lari pada jarak pendek seperti 100m/400m mempunyai sejumlah besar otot putih. Sedangkan pelari marathon dan pelari jarak jauh seperti 1600m mempunyai sejumlah besar otot merah. Jika kita tukar antara si pelari jarak jauh dengan jarak pendek, maka pelari jarak pendek akan mudah kelelahan di marathon dan pelari marathon akan sangat lambat larinya di jarak 100m.
Bial anda sudah mempunyai komposisi serat otot putih maupun merah yang mungkin tidak sesuai dengan harapan anda tidak apa2. Itu karunia dari Sang Maha Pencipta, nikmatilah! Tapi berita baiknya serat2 otot tersebut bisa dilatih.
Kemudian yang perlu anda pahami adalah bahwa Karate adalah olahraga yang cepat dan meledak-ledak. Poin akan anda dapatkan saat anda menyerang cukup cepat untuk mengenai sasaran sebelum lawan anda dapat menghindar. Akan menjadi sulit jika anda bergerak dengan lambat.
Jika anda memilih jawaban no. 3 adalah artinya anda berlatih gerakan yang lambat untuk
Mempertahankan pada waktu yang lama, sedangkan dalam pertandingan waktunya Cuma 3-4 menit per ronde (bukan waktu yang lama).
Jika anda memilih jawaban no. 2, maka anda masih melatih otot merah anda. Jarak 3-5 km adalah jarak untuk daya tahan bukan untuk ledakan.
Jika anda memilih jawaban no. 1, anda masih benar tapi masih kurang masalahnya saat anda berlari 1-2 km, potensi otot putih belum digunakan dengan maksimal. Coba pikir seperti ini, kita ambil rata-rata, biasanya seorang Karateka bisa berlari dengan jarak ini sekitar 5-6 menit. Masih saja, ini masih kurang tepat karena dalam pertandingan karate, anda memerlukan ledakan yang besar namun dalam waktu yang pendek.
Jika anda memilih jawaban no.4 maka itu suatu jawaban yang tepat karena dalam sebuah lari sprint yang maksimal membuat otot anda bekerja dengan kemampuan yang sama dengan saat pertandingan Karate. Sekarang mungkin anda bertanya, "tapi hanya dibutuhhkan waktu 13 detik untuk berlari sprint 100 meter, dan pertandingan Karate berlangsung 3 menit." Jadi halini kenapa anda akan beristirahat selama 15 detik kemudian berlari sprint lagi 100m. Lanjutkan dengan pola seperi ini sampai waktu 3 menit. maka anda akan terbiasa dengan waktu pertandingan Taekwondo sekitar 2-3 menit dengan waktu istirahat 1 menit.

Pola berulang ini sprint-istirahat-sprint-istirahat dst. sangat mirip dengan pertandingan Karate. Kebanyakan pertandingan ada saat yang meledak-ledak yakni sekitar 13 detik. Kemudian biasanya ada waktu seseorang akan tidak melakukan serangan dan hanya berputar-putar sekitar lapangan sebelum kemudian melakukan ledakan lagi.
Begitulah persiapan fisik untuk pertandingan, tapi menurut pendapat penulis lari jarak jauh juga tidak boleh diabaikan, karena dengan berlari jarak jauh tubuh kita akan menjadi siap atau tidak kaget dalam melakukanlatihan sprint, sehingga sprint kita bisa mencapai tingkat yang maksimal. Lari jarak jauh juga berguna untuk meningkatkan ketahanan tubuh kita dalam bertarung jika dalam pertarungan yang sebenarnya, seumpama kita sedang melawan satu orang atau dikeroyok tiga orang, maka kita dituntut untuk mempunyai ketahanan fisik yang lama, karena dalam pertarungan yang sebenarnya tidak mengenal waktu, jadi siapa yang paling tahan itu adalah yang menang.

Cara Menghadapi Lawan keroyokan

Cara Menghadapi Lawan keroyokan


Menghadapi /bertarung dengan lawan yang jumlahnya lebih dari satu adalah tidak semudah menghadapi lawan yang Cuma satu orang. Apalagi orang –orang itu tidak kita kenal sama sekali, artinya kita tidak bisa mengukur sejauh mana kemampuan dan kekuatan mereka.  Yang jadi pengecualian disini adalah menghadapi lawan yang lebih dari satu, tetapi kemampuannya bisa kita ketahui/ukur karena memang kita kenal sekali dengan orang-orang itu.  Menghadapi lawan yang jumlahnya lebih dari satu atau dua orang sangat memerlukan persiapan khusus, jadi dalam pokok bahasan kali ini, blog ini hanya memberikan tips, siasat dan strategi bagi orang –orang yang rajin latihan beladiri/Karate atau yang mempunyai hobi dan kebiasaan berlatih Karate, sedangkan diluar itu (orang yang sangat kurang rajin latihan) tidak dianjurkan karena sangat beresiko.  Menghadapi lebih dari satu orang berarti kita berhadapan dengan dua  intelegen dan dua kekuatan sekaligus, artinya dengan gabungan dua orang atau lebih, kesempatan untuk mengalahkan kita semakin lebih besar karena mereka terdiri dari gabungan beberapa otak, gabungan otak tersebut dapat melakukan siasat dan serangan cerdik dengan sangat cepat dan efisien jauh diatas kita. Belum lagi kekuatan gabungan dari tenaga mereka yang pastinya lebih besar dari kita merupakan mesin pembunuh yang sangat efisien.  Lebih jauh lagi kebanyakan yang ditemui secara real di banyak tempat kejadian, pelaku pengeroyokan tidak hanya menggunakan bogem mentah tapi berbagai senjata seperti pisau, pentungan, samurai, celurit, cambuk dan lain sebagainya.  Jadi pertanyaannya, dapatkah kita mengalahkan lawan yang jumlahnya banyak atau lebih dari satu?  Jika dapat bagaimana caranya? Mungkin ini pertanyaan  paling sulit dijawab diantara para praktisi beladiri dimanapun, tapi bukan berarti ini tidak bisa  dijawab, tetapi untuk menjawabnya mungkin bisa sangat rumit karena lain dari biasa.  Tetapi dalam  blog  ini  mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. . Banyak tips dan strategi menghadapi lawan Keroyokan, tapi di blog ini hanya membahas yang umum dan paling simple saja. Tips Umum  yang harus dilakukan dalam menghadapi lawan Keroyokan adalah :
1.       Kita harus cepat berpikir dan cepat melakukan tindakan untuk mengantisipasi gerakan lawan.
2.      Selalu berpikir untuk menyerang target bagian-bagian tubuh yang sangat sensitive (titik lemah manusia) yang  ada dalam pengetahuan kyusho Jutsu  seperti  kemaluan, ketiak, daerah leher, daerah dada, tangan, kepala dan sebagainya.
3.      Selalu mengontrol napas anda agar anda dapat mengatur pengeluaran energy atau tenaga anda dengan efisien.
4.       Bergerak secara alami dan mengalir, selalu menjaga keseimbangan badan agar tidak terjatuh
5.      Kekuatan penghancur musuh (ikken hissatsu) dapat diciptakan dengan melakukan gerakan serangan yang cepat, terfokus dan bertenaga (Kime).  Ini terbentuk dari kerajinan latihan  kita sehari-hari. Mempunyai senjata andalan pamungkas seperti tendangan mawashi geri ke kepala atau pukulan (zuki) yang kuat yang bisa meng knock out lawan adalah merupakan sesuatu yang menguntungkan bagi kita.
6.       Jika anda bertarung dengan tangan kosong, hati-hati jangan sampai tangan dan kaki anda terluka.
7.       Melakukan gerakan-gerakan yang efektif seperti mengelak ,membanting dsb.
8.       Dengan perilaku aggressive kita, jika kita garang musuh jua akan ciut nyalinya.
9.     Menggunakan senjata sebagai alat penyerang dan bertahan (perisai). Senjata dapat diambil dari musuh yang kita rebut senjatanya, atau dari alat yang kita temui disekitar kita. Misalkan kita menggunakan meja sebagai perisai dari serangan senjata musuh seperti  golok .
10.  Selalu berfikir bahwa alam adalah sahabat anda,atau dengan kata lain gunakan alam disekitar anda untuk dijadikan senjata atau mengelabui musuh. Misalkan di tempat itu ada pasir atau tanah, anda dapat melempar pasir ke mata lawan, ketika lawan tidak bisa melihat dan kesakitan kesempatan anda untuk menyerang kemaluannya  lalu anda dapat lari atau menghajar musuh yang lain.
11.   Menggunakan kombinasi dengan teknik bantingan atau lontaran.
12.   Menggunakan teknik kuncian, choke untuk mengancam lawan yang lain.
13.  Selalu berpikir kemungkinan lain  yang terburuk dapat terjadi karena ini bukan pertandingan Kumite, karena itu kita harus selalu exstra waspada dan hati-hati.
14.  Pastikan mental anda siap untuk bertarung,  pastikan anda siap menerima resiko apapun termasuk terluka bahkan kematian. Jika memang harus mati pastikan tidak anda saja yang mati, musuh juga harus ikut mati bersama anda.
15. Selalu menjaga jarak anda dengan lawan yang mengepung anda, tental hal ini akan dibahas lebih lanjut.
16.   Jangan berhadapan lebih dari satu kali musuh atau lawan yang sama, sebab energy tenaga anda akan terkuras atau pengeluaran tenaga anda jadi tidak efisien, alasan lain lawan yang lain dapat menikam anda tanpa anda sadari karena melihat kelemahan anda.  Dianjurkan bahwa jika  sekali berhadapan dengan satu musuh, satu gerakan sudah cukup membuat lawan tidak bisa bangun lagi, sehingga kita dapat melanjutkan pertarungan kepada lawan yang lainnya.
17. Tetap terus bergerak,  hindari penggunaan grappling (teknik pergumulan di tanah) seperti para groundfighter  di tv. Karena teknik  Brazilian Jiu  jit su/ gulat  tidak dapat  dipakai dalam kondisi ini. Jika anda memaksakan, maka anda sendiri yang akan terluka nantinya.
18. Memprioritaskan menyerang atau mengancam lawan yang kita anggap penting  dulu seperti: Menyerang pemimpinnya dulu, sebab kakau kita sudah kuasai pemimpinnya kita dapat mengendalikan anggotanya. Kemudian Menyerang orang yang membahayakan kita dulu misalnya orang tersebut menodong kita dengan pisau, maka yang harus dibereskan adalah orang ini dulu baru yang lainnya.
19. Strategi taktik menyerah adalah sangat tepat, ini digunakan untuk mengelabui lawan, begitu lawan lengah kita langsung menyerangnya, tentunya kita menyerang kepada lawan yang lebih dekat dulu dengan kita.
20.   Melancarkan serangan-serangan , atau gerakan  gerakan tipuan
21. Tetap melakukan  pandangan anda ke sekeliling musuh-musuh anda, jangan terpaku hanya memandang kepada satu musuh saja.
22.   Gunakan seluruh anggota tubuh anda menjadi senjata, misalnya tubuh bagian samping sangat cocok untuk melakukan serangan mendorong lawan agar jatuh.
23.  Berdoa dan pasrah kepada Tuhan, mohon diberi keselamatan.


     Perhatian :  Melawan musuh yang banyak (Multiple opponent attacks) sangat sulit untuk dapat membuat kita  sekedar untuk   bertahan. Tidak peduli seberapa benar teknik atau hal yang sudah anda lakukan, tetapi setidaknya dengan melakukan strategi dan teknik yang benar dengan  melukai/melumpuhkan  berberapa lawan yang menyerang, hal tersebut sudah mampu menyerang mental dari lawan-lawan anda lainnya, sehingga mereka berpikir dua kali untuk melanjutkan pertarungan dengan  anda.Walaupun sangat sulit bukan sesuatu hal yang mustahil untuk bisa mengalahkan banyak lawan, kunci suksesnya adalah memiliki pengetahuan, semangat dan keberuntungan. 

Jika anda tidak mempunyai pengetahuan tentang strategi, teknik dan taktik,  semangat juga  keberuntungan  dalam menghadapi lawan keroyokan, maka nasibnya akan sama seperti contoh gambar diatas

 
Berikut ini cara (dijelaskan melalui gambar) agar kita berada dalam posisi yang sangat baik apabila kita  dikepung oleh lawan-lawan kita.

Posisi  Surrounded


  Apabila anda berada di tengah-tengah kepungan musuh anda (yang ditunjukan pada gambar disamping), anda lebih baik anda keluar dari daerah kepungan musuh tersebut. Hal tersebut bertujuan agar anda dapat lebih mudah  untuk melihat lawan-lawan anda, sehingga anda dapat lebih mudah mengantisipasi gerakan atau serangan yang tijujukan kepada anda. Keuntungan lain anda bisa lari atau kabur  dari keroyokan tersebut tentunya jika anda mau.








Jika anda dikepung dalam posisi sejajar seperti gambar disamping ini  ada baiknya anda keluar dari posisi tersebut, sehingga anda berada tepat didepan musuh, seperti layaknya anda memimpin sebuah barisan. Karena dengan anda berada di depan mereka anda dapat melihat seluruh musuh-musuh anda, dan anda semakin mudah untuk melakukan eksekusi teknik.






Jika anda dikepung oleh empat orang dalam posisi sebagai mana terlihat pada gambar disamping ini, maka anda ada baiknya menyerang orang yang lebih dekat dulu dengan anda dalam hal ini sambil menarik agar lawan yang lebih dekat dengan anda masuk ke wilayah teritori kepungan temannya, sehingga anda berada pada posisi diluar kepungan tersebut. Jadi anda dapat melihat semua musuh-musuh anda dan anda dapat melakukan antisipasi serangan kepada mereka.





Posisi"The Wall"

Jika anda dikepung pada posisi sejajar seperti gambar disamping ini, maka anda memiliki resiko akan dihajar beramai-ramai dari depan samping kiri dan kanan. Maka untuk lebih safetynya anda sebaiknya bergerak ke samping (mirip seperti posisi no.2) layaknya seperti orang yang memimpin baris berbaris.Jadi anda dapat melihat semua musuh-musuh anda dari depan dan anda dapat melakukan antisipasi serangan kepada mereka.



Posisi "The Loose Half Circle"

  

Jika anda dikepung pada posisi ini (seperti terlihat pada gambar disamping) sebaiknya anda bergerak ke samping agar bisa melihat seluruh lawan anda dan anda dapat melakukan antisipasi gerakan terhadap mereka.